Rabu, 28 November 2012


LOMBA DEBAT FIQH

Ilmu itu penting, mental juga penting 
Salah satu ajang melatih keberanian dan percaya diri adalah dengan tampil di forum umum. Hal ini pula yang dilakukan Izzuddin Al Qassam Bahalwan, Fajar Islami Humam, dan Muhammad Ali Muhtadin dengan tampil di Lomba Debat Fiqih. Tiga santri yang mewakili Pesantren Persis Putra diikutkan dalam lomba yang diselenggarakan Selasa (27/11) oleh Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Syariah UIN Maliki, Malang.
Tim santri Persis mendapat tema tentang “Bolehkah Non Muslim Menjadi Presiden di Indonesia?”. Ketentuan siapa yang menjadi Tim Kontra maupun Pro ditentukan saat akan tampil di panggung debat. Dan melalui mekanisme pengundian posisi, santri Persis berada di tempat kontra. Tim Pro diduduki santri dari Pesantren Darul Lughah Wad Da’wah, Raci, Bangil, Pasuruan.
Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian Pekan Fakultas Syari’ah UIN Maliki, Malang. Panitia menuturkan bahwa acara ini sedianya diikuti 24 tim. Namun yang bersedia hanya 10 tim. “Dari 24 tim yang siap ada 10, tapi yang datang cuma 9 utusan”, kata Halim salah satu panitia.
Dukungan alumni
Sejumlah persiapan materi sudah dipelajari. Secara langsung diskusi dan tampil di podium masjid pesantren beberapa kali pun sudah dilakukan.  Namun keadaan bisa berbeda saat di forum umum dan terbuka. Saat itulah kemampuan santri dapat terlihat cukup jelas. Apakah mental keberanian itu dapat terjaga atau sebaliknya, keadaan menjadi grogi yang ujungnya kurang konsentrasi dan cenderung tidak tenang.

Kalian bisa!
Sejumlah alumni yang masih kuliah di Malang turut hadir menyemangati adik-adiknya.  “Ini sebagai pelajaran buat kita”, kata Kak Januar, konselor yang ikut mendampingi santri. Nampaknya hal itulah yang dirasakan santri. “Kami grogi”, tutur Izzuddin. Dua temannya juga mengiyakan pernyataannya itu. Ustadz Bambang Priyono, Kepala MA Persis 1 mendorong terus keikutsertaan dalam momen-momen lainnya. “Meski belum lolos ke semifinal, keikutsertaan santri kita terus didukung sebagai pengalaman dan pelajaran berharga bagi mereka”, pungkasnya. (Humas) 
Usai acara, silaturahim ke Masjid AR. Fachruddin, UMM - Malang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

.