Sabtu, 03 September 2016

PERHATIAN UNTUKKU



Gambar hanya ilustrasi

Anak-anakku. Mungkin ada yang membisikkan dalam jiwamu. Ada rasa di dada, “Tak ada yang memerhatikan kebaikanku!”, dan hasilnya bisa jadi terjadi kecewa dan putus asa. Hatimu pasti akan dirundung sedih dan berduka. Sedih rasanya, perih di jiwa, sepertinya tak ada obatnya. Kebaikan-kebaikan yang diukir sirna seperti tak ada bekasnya. Sedih lagi dan sedih lagi jika mengingatnya.
Anak-anakku. Demikian pedihnya perasaan di jiwa hingga seorang bisa lupa diri, hilang ingatan, dan melakukan perbuatan yang menghancurkan dirinya sendiri. Na’udzubillah min dzalik. Kita berlindung kepada Allah ‘Azza wa Jalla dari perbuatan seperti itu. Kita memohon hanya kepada-Nya agar dijauhkan dari sikap merusak dan menghancurkan diri sendiri.
Ank-anakku. Simaklah perhatian yang kau risaukan. Bukankah Allah ‘Azza wa Jalla memberimu akal pikiran, pendengaran, dan juga penglihatan? Tidakkah kau rasakan itulah anugrah perhatian-Nya kepada semua hamba? Tidakkah saat kebaikan yang dilakukan dengan tulus akan mendatangkan ridha-Nya. Dan ridha-Nya adalah nikmat yang tiada tara. Maka perhatian manusia sesungguhnya tiada artinya dibanding dengan keridhaan Allah ‘Azza wa Jalla yang menguasai langit dan bumi.
Maka jangan pernah merasa kecewa dan berduka bila kebaikan yang dilakukan seolah tidak ada guna dan manfaat bagi orang lain. Jangan sedih kalau kebaikan gagasan kreatif yang dilakukan tidak mendapat apresiasi yang layak. Jangan membuat pra sangka diri bahwa perhatian manusia penting untuk didapat. Apresiasi manusia hanya sebatas ungkapan terimakasih atas kebaikan yang terjadi. Namun hakikat apresiasi yang sejati adalah dari Allah ‘Azza wa Jalla. Dia-lah yang memiliki semua, kerajaan langit dan bumi. Penguasa daratan dan lautan. Semua tunduk dan patuh hanya kepada-Nya. Buatlah dirimu menjadi orang yang tak pernah merasa tidak mendapat perhatian. Karena perhatian yang sesungguhnya hanyalah kita dapatkan dari Allah Ta’ala saat ketulusan dan kemurnian kita pegang seutuhnya.

.