Sabtu, 07 Januari 2012

SOSOK PERIANG ITU BERPULANG

SOSOK PERIANG ITU BERPULANG

Suasana duka menyelimuti keluarga Ustadz Ali Abbas Hasyim di kawasan Kalirejo, Bangil, Pasuruan. Pagi ini Sabtu (7/1/2012) segenap keluarga beserta kaum muslimin melepas sosok humoris itu untuk selamanya. Pria kelahiran Genteng, Banyuwangi 66 tahun silam meninggal dunia di Batu, Malang pada Jumat pukul 23.30 WIB.

Ustadz Ali, sapaan akrabnya, seorang guru yang memiliki ciri khas. Dikenal periang, humoris, dan gemar membantu sesama. Suatu ketika, sekitar 2 tahun silam beliau menghadiahkan gule kepala kambing untuk kegiatan Panitia Ulangan Daur dan Semester. Beliau sendiri yang memasak untuk disantap sejumlah person panitia ulangan di Pesantren Putra. Kisah gule kepala kambing a la Ustadz Ali Abbas tidak hanya satu dua kali. Ketika beliau aktif di Ma'had 'Aly Persis Bangil sekitar awal-awal tahun 2000-an  beliau juga sering berbagi masakan hasil olahan Chef Ali Abbas kepada para mahasantri Ma'had 'Aly.

Sejumlah asatidz, alumni, dan santri.
Di Masjid Al-Irsyad
Keunikan dan kekhasan beliau lainnya addalah ketika mengajar. Gaya bicara dan logatnya sangat khas. Selain itu kelakarnya juga segar. Kisahnya ketika di negeri Belanda menjadi buruh cuci dan tester minyak wangi beliau sisipkan di sela-sela mengajar. Kehidupan ketika kuliah hingga 'berjuang' melalui pendidikan telah beliau tunjukkan.




Ustadz Faiz AR berdoa
Namun kondisi kesehatan penggemar kamera Nikon ini dua tahun terakhir mengalami penurunan yang cukup tajam. Baik dari fisik maupun kemampuan mengingatnya nampak mengalami gangguan yang cukup serius. Dan pada Jumat (6/1/2012) Allah SWT telah memanggil beliau untuk menghadap-Nya. Beliu dimakamkan pada Sabtu (7/1/2012) di Makam Umum Kwangsan, Kalirejo, Bangil setelah dishalati di Masjid Al-Irsyad Al-Islamiyyah, Kalirejo, Bangil. Semoga beliau bersama hamba-hamba-Nya yang bertaqwa, diampuni segala dosanya, dan digolongkan bersama para Nabiyullah, Syuhada', dan orang-orang yang tulus mengabdi hanya kepada-Nya.

Beliau juga mempunyai sebuah karya yang diterbitkan sangat terbatas. Waktu pernikahan putra pertamanya beliau menyusun sebuah nasehat pernikahan yang dibuat sebuah buku berjudul "Bingkisan Pernikahan": Rani & Zaki. Tertulis di buku 14 halaman itu nama penulis dengan singkatan AA Hasyim. Buku yang diterbitkan untuk kenang-kenangan para tamu di pernikahan Juni 2009 itu menuturkan sejumlah pesan kepada segenap pembaca.

"Pesanku kepada kalian. Ada tiga perkara yang oleh Allah SWT sengaja dirahasiakan, sehingga setiap manusia tidak sanggup memprediksi secara tepat dan benar. Tiga perkara itu ialah: masa kelahiran, masa pernikahan, dan masa kematian. Semua rahasia itu ada di tangan Allah SWT"

4 komentar:

  1. Untuk Mihya Zaki khusus nya dan untuk keluarga yang di tinggal kan, semoga Allah SWT memberikan kesabaran dan keteguhan hati.

    BalasHapus
  2. Semoga Abah nya Mihya Zaki di berikan termpat yang terbaik dan di golongkan bersama orang2 yang soleh. Dan yang di tinggalkan di berikan ketabahan hati.

    BalasHapus
  3. Rahimahullah rahmatan waasi'ah

    (Tanggal... 5 Januari 2022)

    BalasHapus

.