Selasa, 10 Januari 2012

SILATURRAHIM DI JAKARTA

SILATURRAHIM DI JAKARTA

Daihatsu GrandMax keluaran 2011 warna silver meluncur ke arah barat. Mobil "plat merah" Pesantren Persis Bangil membawa sejumlah asatidz ke Jakarta. Kamis pagi (5/1/2012) dengan memohon taufiq dan ridha Allah SWT rombongan meninggalkan tanah Untung Suropati.

Ketua Dewan Pembina Yayasan
Kunjungan ke Jakarta kali ini diikuti oleh Ustadz Umar Fanani selaku Ketua Pengurus Yayasan yang didampingi Bapak Ibrahim Baswedan sebagai bendahara yayasan. Dari unsur pengawas yayasan ikut dalam rombongan yaitu Ustadz Aliga Ramli dan Ustadz Muhammad Triyono. Sedangkan dari unsur pelaksana ikut dalam rombongan tersebut Mudir Pesantren, Ustadz Luthfie Abdullah Ismail.

Agenda Jakarta merupakan pertemuan penting dengan Dewan Pembina Yayasan Pesantren Persatuan Islam Bangil, Prof. Dr. Zuhal Abdul Qadir, MSc., E. E. Urgensi pertemuan dimaksud membahas hal-hal pokok penyelenggaraan kegiatan pendidikan di Pesantren Persis Bangil. Termasuk pula peninggalan para pendahulu di Perpustakaan Induk untuk senantiasa dilestarikan.

Pertemuan dengan Prof. Zuhal sendiri berlangsung pada Jum'at (6/1/2012) di salah satu ruang komplek Universitas Al-Azhar Indonesia Jakarta. Pasca pertemuan dengan Dewan Pembina Yayasan, rombongan menyempatkan diri menemui sejumlah alumni yang sengaja ingin menemui para asatidz. Para alumni yang mendengar asatidz mereka datang ke Jakarta tak melewatkan kesempatan untuk memuliakan sang guru. Keakraban 'santri' dan ustadznya begitu menggembirakan. Meski bertemu dengan durasi waktu yang singkat mudah-mudahan dapat memberi manfaat ke depan. Khususnya kontribusi alumni bagi pengembangan pendidikan di Pesantren Persis Bangil.
Asatidz dan Alumni


Usai bertemu sejumlah alumni, rombongan meluncur kembali ke Bangil. Tiba di Bangil hari Sabtu (8/1/2012) malam sekitar pukul 22.30 WIB. Alhamdulillah para asatidz rawuh  dalam kondisi selamat. Semoga hasil-hasil Pertemuan Jakarta dapat diwujudkan dengan sebaik-baiknya. Amien.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

.