Tampilkan postingan dengan label Program. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Program. Tampilkan semua postingan

Selasa, 15 Januari 2013

MANAJEMEN USRAH


A.          MANAJEMEN USRAH
1.            Murabbi Usrah.
Murabbi adalah seorang pemimpin dan pembimbing dalam halaqah. Peranan murabbi sangat menentukan kesuksesan sebuah halaqah. Adapun peran dan fungsi murabi halaqah meliputi:
a.             Muallim, yang bertanggungjawab untuk mendidik anggotanya agar dapat memahami dan melakanakan ajaran Islam secara benar.
b.            Mas’ul, yang bertanggungjawab memimpin, mengkoordinir, mengarahkan serta mengevaluasi (mutaba’ah) perkembangan anggotanya dari waktu ke waktu.
c.             Qudwah hasanah, yang dituntut untuk memberikan contoh dan tauladan yang baik dalam kehidupan sebagai seorang mukmin.
Murabbi   halaqah  Pesantren Persis Bangil ditunjuk oleh PSDM Pesantren Persis Bangil, yang dipilih dari para kader guru/pengasuh/karyawan yang memiliki kriteria sebagai berikut:
a.             Kader yang telah terbukti loyalitasnya.
b.            Memiliki kemampuan menterjemah Al-Qur'an dengan baik.
c.        Telah mengikuti program sosialisasi dan pelatihan menjadi Murabbi  Pesantren Persis Bangil.
d.            Mampu berperan sebagai pembimbing dan menjadi teladan bagi santri .
2.            Anggota Usrah.
Pesantren ibarat sebuah keluarga besar
Anggota halaqah adalah setiap anak  yang telah terdaftar sebagai santri  Pesantren Persis Bangil. Setiap halaqah beranggotakan antara 10-15 santri. Keanggotaan halaqah ditentukan oleh bagian kesantrian/ kesiswaan Pesantren Persis Bangil. Proses pembentukan halaqah seyogyanya mempertimbangkan berbagai faktor yang mempengaruhi efektifitas halaqah; seperti: usia, senioritas, domisili, tingkat pemahaman Islam, tingkat pendidikan, dsb.
Perpindahan anggota halaqah ke halaqah lainnya dimungkinkan jika memang terdapat suatu pertimbangan tertentu. Anggota yang berpindah murabbi harus disampaikan kepada bagian kesantrian/ kesiswaan Pesantren Persis Bangil.
3.            Materi Usrah.
Materi halaqah merupakan bahan-bahan yang diperlukan untuk proses pembinaan anggota secara terstruktur dan berkelanjutan, yang terdiri dari kurikulum dan buku-buku an. Silabus materi pembinaan halaqah dapat dilihat pada lampiran.
4.            Sarana Pendukung Usrah.
Agar Usrah atau halaqah dapat berjalan secara optimal, diperlukan beberapa sarana penunjang; antara lain:
a.             Buku an kaderisasi santri, an halaqah  Pesantren Persis Bangil, diktat modul kaderisasi santri, dan buku penunjang lainnya.
b.            Alat-alat peraga, seperti: gambar, skema, papan tulis, spidol, kapur, dsb.
c.             Administrasi usrah atau halaqah, yang terdiri dari: data anggota, program kerja, buku muhasabah yaumiyah, dll.
d.            Tempat pertemuan halaqah, yang biasanya dilakukan di ruang kelas, kamar asrama, taman-taman sekolah/pesantren, di mushalla/ majid, kantor atau di tempat-tempat lain yang memungkinkan.
5.            Kegiatan Usrah
a.      Pertemuan Usbu’iyyah
Pertemuan usrah atau halaqah  Pesantren Persis Bangil idealnya dilakukan sekali dalam seminggu. Jadwal waktu pertemuan halaqah ditentukan berdasarkan jadwal yang telah ditentukan oleh yang berwenang. Setiap pertemuan halaqah memerlukan waktu kurang lebih sekitar 60 – 90 menit. Tempat pertemuan halaqah sebaiknya dilakukan secara tetap atau pun bisa berpindah-pindah asalkan tidak mengurangi efektifitas pelaksanaannya. Untuk menghindari terjadinya kejenuhan, sesekali  tempat pertemuan dapat dilakukan ditempat-tempat lain, seperti di masjid, di taman, kebun raya atau di tempat-tempat yang memungkinkan dilakukan halaqah.
Agenda kegiatan dalam pertemuan halaqah, terdiri dari:
-          Pembukaan oleh murabbi halaqah atau yang ditunjuk.
-          Tadarrus Al-Qur’an, Tarjamah & tafhimul Qur’an
Seluruh anggota usrah (halaqah) dipimpin oleh murabbi membaca satu halaman  ayat-ayat  Al-Qur’an dengan bacaan tartil secara bersamaan. Setelah itu hendaknya murabbi memilih salah satu anggota halaqoh untuk membaca 3 s/d 5 ayat (tergantung panjang pendeknya ayat). Apabila terdapat bacaan yang kurang sesuai dengan hukum-hukum bacaan, maka murabbi/anggota yang dianggap lebih fasih bertugas meluruskannya. Selanjutnya membaca dan menterjemahkannya secara lafdziyah ataupun per-ayat. Saat dibacakan terjemahan, anggota halaqah memperhatikan dan menyimak bacaan dengan baik.
-          Kajian inti.
Dalam memulai kajian inti sebaiknya murabbi memulainya dengan memberikan apersepsi (mengamati kondisi psikologis  anggota dan memberikan pendasaran agar materi mudah diterima). Kajian inti diberikan oleh murabbi dengan materi yang sudah ditetapkan. Kajian inti ini dapat juga mengambil referensi kitab-kitab tertentu yang sesuai dengan target dan sasaran halaqah, atau sesuai dengan referensi yang disarankan dalam proses kaderisasi. Dalam memberikan materi kajian ini sebaiknya disisihkan waktu untuk tanya jawab antar anggota untuk lebih mendapatkan pendalaman.   
-          Muhasabah.
Evaluasi terhadap amal-amal yaumiyah dan tugas-tugas yang telah diberikan oleh murabbi, dalam bentuk lisan.
-          Infaq fi sabilillah.
Sebaiknya dalam halaqoh mingguan, seluruh anggota halaqoh diajak untuk  senantiasa terbiasa berinfaq secara materi.
-     Penutup
Penutup halaqah dilakukan dengan pembacaan do’a oleh murabbi atau salah seorang yang ditunjuk.
b.            Taklif
Diluar kegiatan pertemuan halaqah mingguan, setiap anggota halaqah memiliki beban tugas yang wajib dilakukannya di luar pertemuan halaqah. Adapun tuga-tugas tersebut meliputi:
-      Menunaikan kewajiban yang bersifat fardlu ain dengan penuh kedisiplinan, seperti: shalat berjama’ah di masjid Pesantren Persis Bangil atau masjid terdekat, puasa Ramadhan, dsb.
-        Menghidupkan ibadah nawafil (sunnah), seperti: membaca Al-Qur’an, shalat lail, sahat-shalat sunnah, dzikrullah, dsb.
-        Melaksanakan da’wah fardiyah, dengan cara menghidupkan silaturrahim, amal ma’ruf nahyu munkar terhadap saudara, teman se-asrama, dan sesama muslim.
-     Membaca buku-buku wajib, seperti: Tafsir Al Furqan (A. Hassan), Kitabut Tauhid (DR. Fauzan bin Ali fauzan), Terjemah Bulughul Maram (A. Hassan), Kelengkapan Tarikh Nabi (KH. Munawar Kholil), Sirah Nabawiyah (Ramadhan al-Buthi) Riyadhus Shalihin (Imam Nawawi), Karakteristik 60  Sahabat (Khalid bin Mohammad Khalid), Fiqhus Sunnah (Sayid Sabiq), Ar-Rasul ( Sa’id Hawwa), Manhaj Haraki (Munir Ghadban), dll.
-        Selalu menujukkan akhlaqul karimah dalam pergaulan sehari-hari.
-       Mengikuti majlis ilmu atau program-program pelatihan untuk meningkatkan kemampuan dan pemahaman, terutama bekal sebagai seorang mukmin dan seorang da’i yang menyeru orang lain ke jalan Allah.


6.            Administrasi Usrah.
Untuk terwujudnya tujuan halaqah, diperlukan proses pengadministrasian. Adapun administrasi halaqah terdiri dari:
a.             Buku jurnal halaqah.
b.            Buku catatan kegiatan halaqah.
c.             Tata tertib halaqah.
7.            Evaluasi Usrah.
a.             Evaluasi mingguan, dilakukan untuk mengetahui perkembangan pribadi anggota halaqah, dengan cara mencermati lembar muhasabah dan menanyakan secara lisan.
b.            Evaluasi Semester, dilakukan dalam Rakor murobbi halaqah  Pesantren Persis Bangil untuk mengetahui realiasi program halaqah secara umum, kendala serta penyebabnya.  

Kamis, 20 Desember 2012

INFO KEGIATAN

KEGIATAN PESANTREN PERSIS BANGIL

Kegiatan tarbiyah Daur ke-1 Tahun Pelajaran 2012-2013 berakhir ditandai dengan libur pasca ulangan daur. Santri menikmati libur pulang sejak Rabu, 19 s.d. Senin, 24 Desember 2012. Selasa, 25 Desember 2012 kegiatan belajar mengajar dimulai kembali. 

Ada sejumlah informasi yang patut dicermati terkait dengan persiapan menjelang Ujian Nasional dan Ujian Akhir Pesantren. Hal lainnya juga yang menjadi agenda tahunan seperti: 
  1. Memfasilitasi santri dalam pendaftaran SNMPTN 2013,
  2. Pembekalan Akhir Santri Kelas 6 (PASKA 6), 
  3. Agenda Penerimaan Santri Baru Tahun Pelajaran 2013-2014, 
  4. Dan lain-lain. 
Terkait dengan poin ke-1 santri bisa mengakses Tata Cara Pendaftaran SNMPTN Tahun 2013. Demikian sejumlah informasi yang patut diperhatikan bersama. 


Minggu, 16 Desember 2012

MoU UIN MALANG - PESANTREN PERSIS BANGIL

Silaturahim: Penandatanganan Kerja Sama Pesantren Persis Bangil dengan UIN Maliki Malang, Jumat, 14 Desember 2012. 

KERJA SAMA PESANTREN PERSIS BANGIL 
DENGAN UIN MALIKI MALANG

Akad kerja sama Pesantren Persatuan Islam Bangil dengan Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim, Malang, Jumat, 14 Desember 2012 ditandatangani dua pimpinan lembaga tersebut. Rektor UIN Maliki, Prof. Dr. H. Imam Suprayogo sepakat menjalin hubungan untuk sejumlah program di Pesantren Persatuan Islam Bangil. Mudir, Ustadz Luthfie Abdullah Ismail, Lc tentu menyambut dengan penuh suka cita atas prakarsa UIN Maliki, Malang secara aktif menjadi partner bagi kemajuan pendidikan di Pesantren Persis Bangil yang tengah menjalankan revitalisasi sistemik. 

Kerja sama ini tidak lepas dari peran kandidat doktor di Universitas Khourtum, Sudan, Bakhruddin Fanani, M. Pd. Pria kelahiran Paciran, Lamongan ini tengah menyelesaikan studi S3 dengan menelusuri jejak pengajaran perbandingan agama di tingkat SMA atau MA di Indonesia. Salah satu bidikan penelitiannya adalah Pesantren Persis Bangil. Teman Dr. Sudarnoto Abdul Hakim, MA., anggota Komite Pembaharuan Pesantren Persis Bangil saat berdiskusi dengan Ustadz Umar Fanani muncul sejumlah gagasan dalam forum informal itu. 

Ibarat Gayung Bersambut, gagasan itu lalu dituangkan dalam nota kesepahaman dalam kerja sama dua institusi yang sama-sama berupaya serius memajukan pendidikan Islam. Dan Jumat, 14 Desember kemarin rombongan Pimpinan Pesantren Persis Bangil hadir di gedung Rektorat UIN Maliki Malang. Rombongan terdiri dari: 

  1. Ustadz Luthfie Abdullah Ismail, Lc (Mudir);
  2. Ustadz Salam Russyad (Wakil Mudir I Bidang Pendidikan); 
  3. Ustadz Drs. Muhammad Triyono (Wakil Mudir II Bidang Adm. dan Keuangan); 
  4. Ustadz Umar Fanani, BA (Wakil Mudir III Bidang Kesantrian); 
  5. Ustadz Aliga Ramli, Lc (Wakil Mudir IV Bidang Pembinaan); namun beliau berhalangan ikut. 
  6. Ustadz Bambang Priyono, S. Si. (Kepala MA Persis 1);
  7. Ustadz Fatahillah, Lc (Mudir Pesantren Tinggi Studi Hadits dan Da'wah Persis Bangil); 
  8. Ustadz Muhammad Yusuf Shaleh, Lc (Pengasuh Asrama Putra); 
Rombongan Bangil saat memasuki gedung rektorat disambut Deputi Rektor Bidang Kerjasama, Bakhruddin Fanani, M. Pd., dan memasuki ruang Pembantu Rektor I. Di ruangan tersebut rombongan bertemu dengan Prof. Dr. H. Mudjia Rahardjo, M. Si., yang kini menjadi salah satu kandidat calon rektor yang akan menggantikan Prof. Dr. H. Imam Suprayogo. 
Mudir dengan Prof. Dr. H. Mudjia Rahardjo, M. Si.

Setelah beberapa saat berdiskusi dengan Prof. Mudjia, rombongan diterima rektor UIN Maliki Malang. Di ruang rektor Prof. Imam menyampaikan rasa terimakasih telah memperoleh kesempatan bertatap muka dengan para pimpinan Pesantren Persis Bangil. Bahkan beliau juga sangat salut dengan sosok A. Hassan yang sanggup berdialog dengan Ir. Soekarno. Maka seharusnya para pelanjutnya harus bisa mencontoh A. Hassan. 


Prof. Dr. H. Imam Suprayogo dengan Ustadz Umar Fanani.
"A. Hassan tokoh besar. Kalau ada yang tidak membesarkan sosok A.Hassan, itu orang salah. Dan yang lebih salah, adalah orang-orang yang tidak membesarkan apa yang telah dibesarkan A. Hassan", pungkasnya. (Humas) 

Kamis, 29 November 2012

LOMBA MATA PELAJARAN

PENGALAMAN BERHARGA


Delegasi santri putri
Kemarin, (Rabu, 28/11) Pesantren Persis Bangil mengutus 12 santrinya mengikuti Lomba Bidang Studi tingkat Kabupaten Pasuruan di Lekok, Pasuruan. Acara rutin tahunan yang diselenggarakan oleh Bidang Pergurag Kemendikbud kabupaten ini diikuti ratusan peserta. Pesantren melalui Kepala Madrasah Tsanawiyah Persis 1 maupun Persis 2 mendelegasikan 6 santri putra dan 6 santri putri yang dinilai cakap dan berkualitas. 

Bertempat di Yayasan Taman Pendidikan NU, Lekok, Pasuruan, santri Persis beradu kompetensi kognitif dengan pelajar-pelajar tingkat tsanawiyah se-kabupaten Pasuruan. Kesiapan santri menghadapi lomba Bidang Studi ini dilakukan beberapa hari sebelumnya. Hal ini dilakukan agar rasa percaya diri santri berkembang dan berpengaruh positif pada saat lomba. 
Delegasi santri putra

Hasil lomba yang diikuti memang belum sesuai harapan. Prestasi di ajang tingkat kabupaten Pasuruan ini belum dapat diraih. "Hasil ini sudah seharusnya bagi pesantren sebagai bahan evaluasi bersama secara menyeluruh", tutur salah satu pengurus pesantren mengomentari hasil lomba kemarin. (Humas) 

Minggu, 11 November 2012

UPGRADING PENGASUH


UPGRADING PENGASUH PESANTREN PERSIS BANGIL 

Agenda revitalisasi sistem pendidikan di Pesantren Persis Bangil terus berjalan. Meski belum begitu signifikan pergerakannya, sejumlah agenda untuk membangkitkan semangat terus dilakukan. Setelah beberapa waktu lalu segenap tenaga pengajar dibekali materi aplikasi power point dalam metode pembelajaran, kali ini giliran penguatan figur pengasuh yang menjadi tema sentralnya.

Dalam acara yang akan dilaksanakan besok pagi mulai pukul 10.00 s.d. 15.00 WIB menghadirkan pembicara Ustadz Miftahul Jinan, M. Pd. Tokoh pendidikan Jawa Timur ini akan memberikan sejumlah motivasi dan penguatan karakter figur pengasuh yang dibutuhkan di era sekarang ini. Karena itu segenap pemimpin pesantren, pengasuh asrama, serta sejumlah elemen penting akan mengikuti acara ini. Dalam daftar undangan acara, insya Allah mencakup Mudir dan para wakilnya yang berjumlah 4 wakil, Koordinator PSDM, Kepala Madrasah, Ketua Majlis Guru, Para pengasuh asrama, para wali kelas, guru bersertifikat profesional, pengasuh tahfidz dan tahsin, Pembina Kajian Karya dan Pemikiran A. Hassan, Pembina Khithabah, dan Humas.

Semoga kegiatan ini mendapat ridha-Nya. Amien. (Dipublikasikan oleh Bid. Humas Pesantren Persis Bangil)


Rabu, 07 November 2012

PEMBINA YAYASAN MENINJAU FASILITAS

Akrab: Temu Tokoh
PEMBINA YAYASAN MENINJAU FASILITAS PESANTREN

Langkah Pembina Yayasan Pesantren Persatuan Islam turun ke lapangan diawali dari melihat persiapan dan kesiapan lokasi rapat kerja di Aula A. Hassan. Prof. Dr. Zuhal AQ., M. Sc., E. E., selaku Pembina Yayasan observasi ini diharapkan bisa mempengaruhi kebijakan global tentang pengembangan pesantren ke depan. Pembenahan utuh dan menyeluruh nantinya dapat terlihat dari sikap di agenda Rapat Kerja.

Prof. Zuhal sempat meninjau lokasi Madrasah Ibtidaiyyah Persis Bangil yang berimpitan dengan Perpustakaan Induk. Beliau juga melihat secara langsung lokal ruang kelas MI. Tidak luput dari pengamatan beliau adalah keberadaan Ma'had 'Aly yang berada satu atap dengan Perpustakaan Induk. Titik harapannya ada di tetap eksisnya ma'had. Jangan sampai yang sudah ada lalu hilang tanpa alasan yang jelas.

Saat peninjauan ke MI Persis Bangil, Jum'at, (7/9/2012) Mudir Pesantren, Ustadz Luthfie Abdullah Ismail, Ketua ikatan alumni pesantren, Bahauddin turut mendampinginya. Selain itu ada juga Dr. Sudarnoto Abdul Hakim, MA salah satu penggagas revitalisasi yang aktif sebagai Pembantu Rektor IV UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Turut mendampingi acara peninjauan ini salah seorang staf guru pesantren yang juga putra Ustadz Ghazie AQ, yaitu Ustadz Hefzi, Lc. Beliau dipercaya untuk mengelola perpustakaan induk yang menyimpan ratusan koleksi buku-buku bersejarah peninggalan Ustadz A. Hassan, Ustadz Abdul Qadir Hassan, dan kitab-kitab waqaf lainnya.

Sabtu, 03 November 2012

SEMINAR PENDIDIKAN ISLAM

Prof. Dr. Zuhal AQ., M. Sc. E. E., memaparkan konsep revitalisasi.

SEMINAR PENDIDIKAN ISLAM


Sebuah seminar bertajuk GURUKU TELADANKU telah diadakan beberapa waktu yang lalu di Pesantren Persis Bangil. Dalam rangkaian Rapat Kerja Pesantren Persatuan Islam Bangil setidaknya ada 3 agenda utama. Pertama, seminar Guruku Teladanku, dilanjutkan dengan Rapat Kerja Pesantren Persis Bangil sebagai puncak acara. Dan ditutup dengan diskusi panel tentang Implementasi Pendidikan Islam di Pesantren Persatuan Islam Bangil.

Seminar Guruku Teladanku yang diadakan di Aula A. Hassan dihadiri seluruh guru pesantren. Narasumber seminar ini menampilkan Ustadz Aliga Ramli, Lc yang menyampaikan empat poin penting, landasan menuntut ilmu, urgensi lembaga pendidikan, dan guru sebagai qudwah hasanah.
Acara yang digelar pada pekan pertama September itu menandai dibukanya Rapat Kerja Pesantren Persatuan Islam Bangil. Menurut penuturan sejumlah guru bahwa kegiatan semacam ini baru pernah dilaksanakan. "Ini baru pernah ada", tutur Ustadz Masykur Ahmad yang sudah puluhan tahun mengabdi di Bangil.

Ustadz Umar Fanani, BA yang juga menjadi nara sumber dalam seminar itu menyampaikan persoalan keimanan yang harus menjadi landasan pendidikan Islam. Di kesempatan itu beliau menguraikan hakikat pendidikan Islam yang mengarah pada membangun Generasi Rabbani. Untuk mencapai ideal generasi seperti itu dibutuhkan pembinaan iman sebagai basis pendidikan seutuhnya.

Khusyu': Sebagian peserta seminar
Narasumber ketiga yaitu Ustadz Ammar Utsman, Lc. Pria kelahiran Lamongan yang kini tinggal di Surabaya menyampaikan tema ibadah yang erat kaitannya dengan membangun keteladanan. Ibadah yang dilakukan dengan segenap ketulusan serta sesuai dengan petunjuk Allah SWT dan Rasul-Nya memberikan pengaruh nyata bagi pelakunya. Memiliki jiwa sosial yang tinggi, tawadhu', tulus, dan senantiasa bersemangat menjaga nilai-nilai kebaikan dalam Islam. Karena itu, dalam proses pendidikan di suatu lembaga tidak saja dibutuhkan guru-guru yang cakap dalam ilmu pengetahuan. Juga sangat diperlukan kualitas ibadahnya yang tinggi. Sehingga diharapkan mampu memberikan atsar bagi murid-muridnya di kelas.

Sabtu, 26 Mei 2012

PRESTASI UN 2012

HASIL UJIAN NASIONAL TAHUN 2012

Alhamdulillah. Dengan mengharap taufiq dan ridha Allah SWT kami sampaikan hasil Ujian Nasional MTs dan MA Persis 1 dan 2 dinyatakan :


LULUS 100% 


Semoga prestasi ini dapat dipertahankan dan ditingkatkan untuk meraih terbaik di Kabupaten Pasuruan maupun di tingkat Propinsi Jawa Timur.

Kamis, 22 Maret 2012

SOSIALISASI DAN PROMOSI

MENYONGSONG DA'WAH RAMADHAN 1433 H
Masjid Agung Pacitan


Mudir Pesantren Persatuan Islam Bangil, Luthfie Abdullah Ismail, Lc memimpin rombongan silaturahim ke Pacitan, Rabu (21/3/2012). Sekitar pukul 9.00 WIB Grand Max yang mengangkut Pak Zainal Abidin (driver), Mudir, Ustadz Bahauddin (Koordinator Da'wah), Ustadz Wildan Shalihy, Nur Adi Septanto, Ustadzah Fahimah K, dan Ustadzah Sakinah bergerak menuju Pacitan.

Agenda silaturahim ke kota kelahiran SBY, Pacitan sebagai langkah progresif untuk mempersiapkan Program Da'wah Ramadhan 1433 H. Nama Pacitan sendiri, konon berasal dari nama buah yang berkhasiat sebagai obat, yaitu Pace. Kemudian menjadi Pacetan, dan mudah disebut dengan nama Pacitan. Sebelum masuk Pacitan, rombongan sengaja singgah di Pesantren Nurul Quran (NQ) Nganjuk, pos Da'wah Ramadhan 1432 H lalu. Di Pesantren NQ Mudir beserta rombingan diterima Pak Sudarmaji selaku Mudir Pesantren NQ dan Pak Fuad (donatur NQ).

Bertemu Wabup Nganjuk
Acara siang itu, ba'da shalat Dzuhur dilakukan di rumah makan Nirwana, salah satu donatur Pesantren NQ. Pertemuan terlihat santai dan gayeng. Pembicaraan seputar kondisi kedua pesantren. Bagaimana pengelolaan dan strategi apa yang perlu dilakukan guna peningkatan kualitas dan kuantitas peserta didik. Alhamdulillah, dalam kesempatan itu pula rombongan sempat bertemu Wabup Nganjuk yang juga hendak makan siang.

Dari Nganjuk, rombongan langsung meluncur ke Pacitan melalui jalur Madiun - Ponorogo - Pacitan. Beberapa saat masuk wilayah Pacitan rombongan disuguhi pemandangan indah dan menawan. Gunung dan lembah yang begitu indah. Sungai mengalir berkelok-kelok. Namun perjalanan harus waspada. Sejumlah ruas jalan di sekitar Tegal Ombo, Pacitan nampak belum lama mengalami longsor. Sehingga pengendara yang melintas ruas Tegal Ombo perlu mengurangi kecepatan dan menambah kewaspadaan.
Bertemu Ketua MUI Pacitan di Masjid Agung Pacitan

Tiba di Pacitan kami langsung menuju rumah Bapak Kohari, salah seorang Pengurus Pimpinan Daerah Muhammadiyah Pacitan. Kemudian kami diarahkan untuk menemui Ketua MUI Pacitan, Bapak Drs. Aris Masyhudi. Selain menjadi ketua MUI, beliau juga aktif mengajar di STIT Muhammadiyah Pacitan. Bertemu dengan Ketua MUI di Masjid Agung Pacitan, lalu bergeser ke rumah beliau yang berjarak 50 meter dari masjid. Usai berbincang tentang poin kedatangan ke Pacitan dalam rangka koordinasi da'wah, rombongan bergerak ke rumah ketua PDM Pacitan.

Di rumah Ketua PDM Bapak Muhammad Yasin rombongan juga membicarakan hal yang sama dengan ketua MUI tadi. Intinya segenap warga Muhammadiyah sangat berterimakasih mendapat perhatian dari Pesantren Persis Bangil. Dalam pertemuan pembuka itu Mudir melalui Koordinator Da'wah menyatakan rasa terimakasih dan permintaan maaf jika ada hal-hal yang kurang berkenan. Hadir dalam pertemuan itu selain Ketua PDM juga sekretaris PDM, Bapak Sarengat dan Bapak Kohari, Bidang Perwakafan.

Di rumah Ketua PDM Pacitan.
Terungkap bahwa Muhammadiyah Pacitan mempunyai 100 lembaga pendidikan dari PAUD, TK, SD/ MI, MTs/ SMP, SMA/ MA/ SMK, dan Sekolah Tinggi yang tersebar di seluruh Kabupaten Pacitan. Meski jumlah murid di tiap lembaga sangat bervariasi, kenyataan ini patut diapresiasi, agar Pesantren Persis Bangil siap menghadapi dinamika internal dan mampu bersaing dengan dinamika pendidikan di luar pesantren.

 
Rumah Bpk. Yazid, wali santri alumni.
Usai pertemuan di rumah ketua PDM, kami berpamitan untuk pulang. Meski kemudian masih singgah di rumah salah satu wali santri alumni untuk istirahat sejenak. Rombongan kembali meluncur pulang sekitar pukul 23.30 WIB, dan tiba di Bangil pukul 06.00 WIB dengan selamat. Amien.





Inisiator
"Akhirnya ke Pacitan juga", gumam Ustadz Wildan S.



Senin, 19 Maret 2012

PERSIS FOOTBALL CLUB

AJANG KOMPETISI SEPAK BOLA KABUPATEN

Final Result: 2-1 untuk SMKN Sukorejo


Kesebelasan Persis FC Ahad sore (18/3/2012) meladeni SMKN Sukorejo di Stadion R. Soedrasono, Pogar, Bangil, Pasuruan. Babak penyisihan perdana ini membawa angin segar bagi tim SMKN Sukorejo. Di babak pertama kedua tim tampil cukup solid. Baik Persis FC maupun SMKN Sukorejo saling adu kerja tim.

Namun di menit ke-35 penjaga gawang Persis FC harus dipaksa memungut bola dari dalam gawangnya. Skor 1-0 untuk SMKN Sukorejo bertahan hingga turun minum.

Manajer Tim Persis FC, Musta'in dan pelatih, M. Ayok memberikan motivasi pada jeda turun minum. Babak kedua dimulai setelah wasit M. Ma'ruf membunyikan peluitnya. Serangan demi serangan dibangun dari sayap kanan SMKN Sukorejo. Pada menit ke-59 bola lambung dari winger kanan hampir menjebol gawang Persis FC untuk kali keduanya. Benturan di mistar gawang kemudian berhasil diselamatkan pemain belakang Persis FC.

Samir (Jambi)
Di menit 63 hadiah tendangan pinalti untuk Persis FC berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Tendangan 12 pas itu dihasilkan setelah usaha serangan yang dilakukan anak-anak Persis FC dijegal cukup keras di dalam area terlarang. Samir sebagai eksekutor memanfaatkan peluang ini dengan sempurna. Hasil 1-1 belum membangkitkan semangat Persis FC untuk menambah kumpulan skor. Karena hampir-hampir di babak ke-2 ini tim Persis FC miskin serangan.

Justru SMKN Sukorejo di menit-menit akhir babak ke-2 berhasil menaklukkan gawang Persis FC. Gol ke-2 mengukuhkan SMKN Sukorejo mengantongi poin penuh. Kerja berat berikutnya bagi anak-anak Persis FC. Karena selain harus menang dengan SMKN Nguling, mereka juga dituntut mengumpulkan gol agar bisa mencari selisih gol dengan SMKN Sukorejo. Itu jika SMKN Sukorejo mampu dikalahkan SMKN Nguling. Jika SMKN Sukorejo memenangkan pertandingan melawan SMKN Nguling, maka kemenangan mutlak bagi SMKN Sukorejo di grup A. Dua tim harus rela mundur dari ajang kompetisi.

Untuk anak-anak Persis FC, semangat terus. Semua akan menjadi pengalaman berharga. Belajar untuk semua, belajar dari semua. Percaya diri dan jadilah diri kitqa sendiri! Semangat!

Kamis, 08 Maret 2012

KILAS BALIK SEJARAH

NGOBROL BARENG USTADZ ALIGA RAMLI, Lc

Lahir di sebuah pulau kecil gugusan kepulauan Madura, Aliga Ramli mengenyam bangku sekolah hingga Pendidikan Guru Agama (PGA). Usai dari PGA, Aliga muda melanjutkan belajarnya di Pesantren Persatuan Islam (Persis) Bangil. Pada tahun 1962 tas kopernya sudah mengisi ruang kamar asrama. Aliga muda menduga bahwa dirinya santri tertua, tapi setelah berada di asrama, "Ternyata ada yang lebih tua dari saya", ungkapnya.

Ustadz Aliga Ramli, Lc
"Pada saat di pesantren, (hampir) semua materi disampaikan Ustadz Abdul Qadir. Tafsir, fiqh, Ushul Fiqh, Mushthalah", kenangnya. Sementara itu untuk materi Falaq, Arudh, Faraidl diajarkan oleh Ustadz Arkat. Pada masa itu masih menganut sistem angkatan, belum klasikal.

Ada hal menarik yang patut dijadikan catatan buat generasi penerus. Lantaran tidak ada ruang istirahat untuk guru, Ustadz Abdul Qadir Hassan tetap berada di kelas pada jam istirahat. Sejurus dengan itu santri-santri berkumpul mendekatinya. Komunikasi antara murid dan guru begitu hangat. "Tidak hanya bertanya, santri pinjam uang pun di situ", kata Ustadz yang saat ini tinggal di Perumahan Puri Kartika Candra Sidoarjo. Rumahnya yang di kawasan Mindi, Porong terkena imbas luapan lumpur panas.

Ustadz yang baru di tahun 2011 lalu dipanggil kakek ini sekarang mengampu mata pelajaran tafsir. Ilmunya yang luas menjadikan kiprah ilmiahnya dijadikan rujukan. Beliau juga tercatat aktif di Majelis Tarjih Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur. Pengajiannya di sejumlah tempat juga masih rutin beliau bina. Semoga ilmunya mengalirkan semangat jihad di jiwa ummat.

.