Senin, 30 Januari 2012

"PERTEMUAN ANTAR KELAS"

CLASS MEETING PROGRAMME 2012

Belum selesai.
Acara perlombaan santri di Pesantren Persis Bangil. Baik pesantren putra maupun putri di lokasi masing-masing tengah mengadakan kegiatan perlombaan. Waktu luang setelah ulangan umum semester dan daur pertama dijadikan media silaturahim antar santri juga santri dan guru dalam suasana bermain, menyenangkan, dan bernilai.




Pada Ahad, 29 Januari 2012 acara sudah di mulai dan insya Allah akan berakhir pada tanggal 2 Pebruari 2012. Sejumlah mata lomba digelar dalam suasana keceriaan. Hari pertama di pesantren putra diisi dengan lomba mengetik cepat. Lomba yang dilaksanakan di ruang laboratorium komputer ini disambut antusias santri. Meskipun peserta mayoritas belum memperoleh metode mengetik yang benar, usai kegiatan mereka mendapat penjelasan tentang bagaimana mengetik yang cepat dan benar.
Salah satu karya santri putra
Proses kreatif

Masih di Pesantren putra, lomba kedua adalah lomba kaligrafi. Aplikasi cat minyak di atas kaca mereka kreasi sedemikian rupa untuk menghasilkan gambar yang indah. Alhamdulillah sejumlah peserta mampu menghasilkan karya yang cukup bagus. "Hasil ini belum selesai, insya Allah tinggal finishing akhir", tutur salah seorang peserta.

Sementara itu, di pesantren putri, di hari pertama ada 3 mata lomba yang digelar. Lomba mengetik cepat, pidato dalam 2 bahasa, dan cerdas cermat. Sementara itu di hari kedua, Senin (30/01/2012) panitia putri mengagendakan lomba kaligrafi yang wajib diikuti semua santri.

Alhamdulillah, sejauh ini acara dapat berjalan dengan lancar dan tertib. Meski sejumlah kekurangan dalam pelaksanaan program ini sempat membuat hambatan, namun demikian secara utuh acara dapat terkendali dengan baik.

Mengasah keseimbangan
Sejumlah kritikan dan harapan selalu mengiringi program seperti ini. Semoga dapat dimaklumi bersama.

Selasa, 10 Januari 2012

SILATURRAHIM DI JAKARTA

SILATURRAHIM DI JAKARTA

Daihatsu GrandMax keluaran 2011 warna silver meluncur ke arah barat. Mobil "plat merah" Pesantren Persis Bangil membawa sejumlah asatidz ke Jakarta. Kamis pagi (5/1/2012) dengan memohon taufiq dan ridha Allah SWT rombongan meninggalkan tanah Untung Suropati.

Ketua Dewan Pembina Yayasan
Kunjungan ke Jakarta kali ini diikuti oleh Ustadz Umar Fanani selaku Ketua Pengurus Yayasan yang didampingi Bapak Ibrahim Baswedan sebagai bendahara yayasan. Dari unsur pengawas yayasan ikut dalam rombongan yaitu Ustadz Aliga Ramli dan Ustadz Muhammad Triyono. Sedangkan dari unsur pelaksana ikut dalam rombongan tersebut Mudir Pesantren, Ustadz Luthfie Abdullah Ismail.

Agenda Jakarta merupakan pertemuan penting dengan Dewan Pembina Yayasan Pesantren Persatuan Islam Bangil, Prof. Dr. Zuhal Abdul Qadir, MSc., E. E. Urgensi pertemuan dimaksud membahas hal-hal pokok penyelenggaraan kegiatan pendidikan di Pesantren Persis Bangil. Termasuk pula peninggalan para pendahulu di Perpustakaan Induk untuk senantiasa dilestarikan.

Pertemuan dengan Prof. Zuhal sendiri berlangsung pada Jum'at (6/1/2012) di salah satu ruang komplek Universitas Al-Azhar Indonesia Jakarta. Pasca pertemuan dengan Dewan Pembina Yayasan, rombongan menyempatkan diri menemui sejumlah alumni yang sengaja ingin menemui para asatidz. Para alumni yang mendengar asatidz mereka datang ke Jakarta tak melewatkan kesempatan untuk memuliakan sang guru. Keakraban 'santri' dan ustadznya begitu menggembirakan. Meski bertemu dengan durasi waktu yang singkat mudah-mudahan dapat memberi manfaat ke depan. Khususnya kontribusi alumni bagi pengembangan pendidikan di Pesantren Persis Bangil.
Asatidz dan Alumni


Usai bertemu sejumlah alumni, rombongan meluncur kembali ke Bangil. Tiba di Bangil hari Sabtu (8/1/2012) malam sekitar pukul 22.30 WIB. Alhamdulillah para asatidz rawuh  dalam kondisi selamat. Semoga hasil-hasil Pertemuan Jakarta dapat diwujudkan dengan sebaik-baiknya. Amien.

Sabtu, 07 Januari 2012

SOSOK PERIANG ITU BERPULANG

SOSOK PERIANG ITU BERPULANG

Suasana duka menyelimuti keluarga Ustadz Ali Abbas Hasyim di kawasan Kalirejo, Bangil, Pasuruan. Pagi ini Sabtu (7/1/2012) segenap keluarga beserta kaum muslimin melepas sosok humoris itu untuk selamanya. Pria kelahiran Genteng, Banyuwangi 66 tahun silam meninggal dunia di Batu, Malang pada Jumat pukul 23.30 WIB.

Ustadz Ali, sapaan akrabnya, seorang guru yang memiliki ciri khas. Dikenal periang, humoris, dan gemar membantu sesama. Suatu ketika, sekitar 2 tahun silam beliau menghadiahkan gule kepala kambing untuk kegiatan Panitia Ulangan Daur dan Semester. Beliau sendiri yang memasak untuk disantap sejumlah person panitia ulangan di Pesantren Putra. Kisah gule kepala kambing a la Ustadz Ali Abbas tidak hanya satu dua kali. Ketika beliau aktif di Ma'had 'Aly Persis Bangil sekitar awal-awal tahun 2000-an  beliau juga sering berbagi masakan hasil olahan Chef Ali Abbas kepada para mahasantri Ma'had 'Aly.

Sejumlah asatidz, alumni, dan santri.
Di Masjid Al-Irsyad
Keunikan dan kekhasan beliau lainnya addalah ketika mengajar. Gaya bicara dan logatnya sangat khas. Selain itu kelakarnya juga segar. Kisahnya ketika di negeri Belanda menjadi buruh cuci dan tester minyak wangi beliau sisipkan di sela-sela mengajar. Kehidupan ketika kuliah hingga 'berjuang' melalui pendidikan telah beliau tunjukkan.




Ustadz Faiz AR berdoa
Namun kondisi kesehatan penggemar kamera Nikon ini dua tahun terakhir mengalami penurunan yang cukup tajam. Baik dari fisik maupun kemampuan mengingatnya nampak mengalami gangguan yang cukup serius. Dan pada Jumat (6/1/2012) Allah SWT telah memanggil beliau untuk menghadap-Nya. Beliu dimakamkan pada Sabtu (7/1/2012) di Makam Umum Kwangsan, Kalirejo, Bangil setelah dishalati di Masjid Al-Irsyad Al-Islamiyyah, Kalirejo, Bangil. Semoga beliau bersama hamba-hamba-Nya yang bertaqwa, diampuni segala dosanya, dan digolongkan bersama para Nabiyullah, Syuhada', dan orang-orang yang tulus mengabdi hanya kepada-Nya.

Beliau juga mempunyai sebuah karya yang diterbitkan sangat terbatas. Waktu pernikahan putra pertamanya beliau menyusun sebuah nasehat pernikahan yang dibuat sebuah buku berjudul "Bingkisan Pernikahan": Rani & Zaki. Tertulis di buku 14 halaman itu nama penulis dengan singkatan AA Hasyim. Buku yang diterbitkan untuk kenang-kenangan para tamu di pernikahan Juni 2009 itu menuturkan sejumlah pesan kepada segenap pembaca.

"Pesanku kepada kalian. Ada tiga perkara yang oleh Allah SWT sengaja dirahasiakan, sehingga setiap manusia tidak sanggup memprediksi secara tepat dan benar. Tiga perkara itu ialah: masa kelahiran, masa pernikahan, dan masa kematian. Semua rahasia itu ada di tangan Allah SWT"

.